Minggu, 01 Juli 2012

Perang Karbala

 


Nama karbala berasal dari akar etnis Assyria, Babilonia atau Persia. Kota ini merupakan makam umat kristiani sebelum di kuasai oleh umat islam. Tempat ini termasyhur diantaran kaum Syiah dikarenakan pertempuran karbala.

   Karbala adalah sebuah kota di irak. Jaraknya sekitar 100 km sebelah barat daya bagdad ibu kota irak (sekarang) atau pada 32,36'-59,07' LU dan 44,01'-55,95' BT. Karbala merupakan ibukota provinsi Al-karbala (sekarang). Di sinilah Husain bin Ali di makamkan. Kaum muslim syi'ah menganggap karbala sebagai salah satu tempat suci di bawah Makkah dan Najaf.

   Tepatnya pada tanggal 10 Muharram tahun 61 H atau pada tanggal 10 oktober 680 M terjadi peristiwa besar dalam sejarah dunia islam yaitu pertempuran sesama kaum muslimin antara Bani Hasyim pimpinan Husain bin Ali (cucu nabi Muhammad SAW) dan keluarga serta pendukungnya sekitar 70an orang dengan pasukan bani Umayyah pimpinan Yazid bin Muawiyyah. Peristiwa ini terjadi di sebuah tempat yang bernama karbala sehingga di namakan peristiwa karbala (pertempuran karbala).

   Pertempuran ini terjadi di sebabkan oleh adanya desakan dari pihak Yazid bin Muawiyyah (kholifah bani umayyah) kepada Husain bin Ali untuk menerima dan membai'at Yazid bin Muawiyyah sebagai kholifah (penguasa) yang sah. Husain bin Ali yang merupakan cucu nabi Muhammad SAW menolak melakukan hal tersebut. Ia pergi ke mekkah dan kemudian ke kuffah bersama dengan keluarga dan pendukungnya. Dalam perjalanan ke kuffah inilah rombongan Husain bin Ali di cegat oleh pasukan Yazid bin Muawiyyah (kholifah bani Umayyah) di bawah pimpinan Ibnu Ziyad, tepatnya di karbala.

   Pertempuran yang tidak seimbangpun terjadi. Pihak Husain bin Ali terdiri dari anggota kehormatan keluarga dekat nabi Muhammad SAW termasuk wanita dan anak anak. Di pihak lain pasukan bersenjata Yazid bin Muawiyyah dengan kekuatan sebanyak 10.000 pasukan.

   Dalam pertempuran ini hampir seluruh pasukan dan anggota keluarga Husain bin Ali syahid terbunuh, termasuk Husain bin Ali sendiri kecuali wanita, anak anak dan Ali bin Husain karena sakit. Pasukan Husain bin Ali di pimpin oleh Husain bin Ali sendiri dan Abbas bin Ali sedangkan pasukan Yazid bin Muawiyyah di pimpin oleh Ibnu Ziyad, Umar bin Sa'ad dan Ubaidillah bin Ziyad.
Kemudian yang selamat termasuk Ali bin Husain oleh Ibnu Ziyad di bawa menghadap kholifah di Damaskus dan akhirnya dikembalikan ke madinah.

   Peristiwa ini kemudian di peringati setiap tahunnya selama 10 hari yang dilakukan pada bulan muharram oleh muslim Syi'ah (sampai sekarang) seperti halnya golongan sunni, di mana puncaknya pada hari ke 10 bulan muharram (hari Assyura).

   Daftar syuhada dalam pertempuran Karbala dari pihak Husain bin Ali :

A . Saudara Husain bin Ali :
  1. Abbas bin Ali.
  2. Abdullah bin Ali.
  3. Ja'far bin Ali.
  4. Utsman bin Ali.
  5. Ibrahim bin Ali.
  6. Abu Bakar bin Ali.
  7. Amru bin Ali.
  8. Muhammad bin Ali.


B . Putra Husain bin Ali :
  1. Ali Akbar bin Husain.
  2. Ali Asghar bin Husain.
  3. Abdullah bin Husain.


C . Putra Hasan bin Ali :
  1. Abdullah bin Ali.
  2. Qasim bin Ali.
  3. Hasan bin Hasan bin Ali.
  4. Abu Bakar bin Hasan bin Ali.


D . Keturunan Aqil bin Abu Tholib :
  1. Ja'far bin Aqil.
  2. Abdurrahman bin Aqil.
  3. Abdullah bin Aqil.
  4. Muhammad bin Aqil.
  5. Muhammad bin Abu Said bin Aqil.
  6. Ibrahim bin Muslim bin Aqil.
  7. Abdul Rahman bin Muslim bin Ali.
  8. Abdullah bin Muslim bin Ali.
  9. Muhammad bin Muslim bin Ali.


E . Lainnya :
  1. Muhammad bin Abdullah.
  2. Aun bin Abdullah.
  3. Ubaidah bin Al-harith
  4. Ubaydillah bin Abdullah bin Ja'far  

Misteri Seekor Naga

Naga sebagai mahluk yang mempunyai karma baik dan telah mencapai pembinaan kehidupan spiritual tahap tertentu, karena mereka telah melatih pembinaan spiritual yang sangat lama. Pencapaian spiritual yang lama ini menjadikan kaum naga memperoleh berkah dan kedudukan yang terhormat. 

Pencapaian dan karma baik yang dimiliki kaum naga, menjadikan banyak naga yang mendapatkan kesempatan untuk mengabdikan dirinya secara langsung sebagai pendamping dan pelindung Buddha, Bhodisatva, dan para mahluk suci lainnya. Sering kita melihat gambar Bodhisatva Kwan-Im sedang berdiri diatas naga yang mengantarkan kemana Sang Dewi pergi.

Kaum naga memiliki berbagai macam ras yang berbeda-beda, dan setiap ras terbagi dalam dua gender yaitu lelaki dan wanita. Dimana naga lelaki mempunyai tanduk yang membesar dibagian atasnya, tetapi naga wanita mempunyai tanduk yang lebih ramping dan kadang mengecil dibagian atasnya. 

Selain itu naga lelaki mempunyai janggut yang berkilauan seperti mutiara di dagu dan pada lehernya. Dan naga wanita akan tampak berbeda pada bentuk hidungnya, yang lebih lurus. Dagu dan lehernya tidak memiliki janggut.

Perlambangan energi naga pada Fung-Shui diakui energinya sebagai salah satu pelindung di sebelah kiri dan pembawa energi keberuntungan dengan perlambangan warna hijau atau biru. Sedangkan di sebelah kanan di lambangkan dengan energi macan. Penyatuan kedua energi yang saling melengkapi dapat membentuk suatu energi chi yang baik. 

Pada aliran Fung-Shui yang melambangkan arah angin dan musim, dikenal dengan istilah Naga Biru. Yang berarti naga timur dan merupakan perlambangan dari musim spring, dan awal tahun. Macan putih yang berarti macan barat dan merupakan perlambangan arah barat. 

Naga merupakan salah satu dari mahluk alam lain yang sangat unik dalam memilih lokasi. Mereka tidak akan sembarang, bahkan dapat dibilang benar-benar sangat berhati-hati dalam menilai dan memperhitungkan lokasi tempat kediamannya. Sehingga tempat dan lokasi yang disukai oleh kaum naga, biasanya akan memiliki energi chi yang sangat tinggi dan baik.

Kelebihan dari kaum naga ini, yang menjadikan kaum naga dikenal memiliki banyak energi berkah dan rejeki yang berlimpah dibandingkan mahluk lainnya. Sehingga beberapa Master Fung Shui yang dapat mengetahui keberadaan naga, akan mempertimbangkannya sebagai suatu kelebihan yang sangat positif. 

Inilah beberapa contoh tempat yang lebih disukai oleh kaum naga: 
Pertama, tempat dimana terdapat pohon yang pernah disambar petir dan terbakar. Kedua, di laut pada bagian tengah teluk, biasanya ditandai dengan motif ombak yang seperti sisik naga. Ketiga, di dekat pinggir pantai yang terdapat banyak batu karang yang menonjol di permukaan laut. Keempat, di danau yang tenang dan bersih di gunung ataupun di kaki gunung. Kelima, di dalam gua, dimana sering muncul pelangi di atas atau dari dalam mulut gua.

Karena pada umumnya tempat yang disukai Naga sangat erat hubungannya dengan elemen air. Maka naga banyak dihubungi dengan dewa hujan dan batara indra, dewa halilintar (li-kong). Hal ini erat hubungannya dengan cara fung-shui yang mempergunakan unsur air sebagai pembawa energi berkah dan kekayaan.

Untuk menjadi naga diperlukan pembinaan yang tidak mudah, dan waktu yang sangat lama. Salah satu jenis naga berasal dari ular air. Ular air bilamana telah bermeditasi selama 500 hingga 1000 tahun, akan berubah menjadi Ular-Ikan ( ½ Ular ½ Ikan) dimana kepalanya masih berupa ular, tetapi tubuhnya mulai membesar sedikit dan sisiknya membesar seperti ikan, juga ekornya mulai berupa ekor ikan.

Ular-Ikan ini bila melanjutkan meditasinya selama 500 tahun hingga 1000 tahun, maka akan berubah menjadi Ikan-Naga ( ½ Ikan ½ Naga ). Ikan-Naga mempunyai tubuh dan ekor seperti ikan, tetapi kepalanya membesar dan telah menyerupai kepala naga. Pada tahap ini ada juga yang telah menampakkan tanduk kecil di atas kepalanya.

Di Indonesia, Ikan-Naga ini banyak dijumpai di daerah pantai selatan pulau jawa dan bali, karena berkah yang dimiliki Ikan-Naga ini maka banyak penduduk setempat menghormati Ikan-Naga agar dapat diberikan hasil ikan yang berlimpah dan bebas dari wabah penyakit menular. 

Ikan-Naga juga mempunyai unsur air yang sangat kuat, sehingga oleh masyarakat jawa di masa lampau banyak diundang sebagai energi yang dapat mencegah terjadinya kebakaran terlebih-lebih dimusim kemarau yang panjang.

Ikan-Naga yang melanjutkan meditasi selama 500 tahun hingga 1000 tahun, akan berubah menjadi Naga Tanpa Tanduk. Seluruh tubuhnya sempurna menjadi naga, dengan warna yang menyerupai biru kehijauan. Walaupun ada juga yang telah mempunyai tanduk, tetapi tanduk dikepalanya masih sangat kecil sekali. 

Naga tanpa tanduk ini banyak di jumpai dalam hiasan kerajaan-kerajaan di tanah jawa pada masa lampau. Dimana energi yang terpancar dari naga tanpa tanduk dapat menambah pamor dan wibawa dari tempat yang di diaminya.

Naga Tanpa Tanduk akan menjadi Naga Bertanduk bilamana dapat bermeditasi selama 500 tahun hingga 1000 tahun lagi. 
Naga Bertanduk mempunyai tanduk besar yang sempurna, dan ditumbuhi janggut panjang yang berkemilauan seperti pearl. Naga Bertanduk pada tingkat ini sebagian telah dapat terbang di angkasa tetapi kemampuan jangkauannya masih terbatas.

Dibutuhkan meditasi sedikitnya 1000 tahun untuk mencapai Naga Emas yang sempurna, tubuhnya dapat berubah warna seperti: cahaya emas, ataupun warna matahari. Naga Emas dapat terbang kesegala penjuru alam, walaupun tampaknya tidak mempunyai sayap. Adapula jenis naga lainnya yang tampak memiliki sayap di badannya.

Tidak banyak naga yang dapat mencapai tingkat Naga Emas. Salah satunya dapat kita lihat sebagai pengikut Bunda Mulia yang mengabdikan dirinya pada Bunda Mulia dan mendapat tugas untuk memegang dan menjaga Pusaka Stempel Perintah Bunda Mulia. Selain itu banyak pula naga-naga lainnya yang mengabdikan dirinya untuk menjaga dan menjunjung tinggi perintah Bunda Mulia. 

Salah satu kursi tahta Bunda Mulia merupakan jelmaan dari 12 naga, dan jubah dan tongkat Kebesaran Bunda Mulia juga merupakan jelmaan dari naga-naga emas. Pada saat Bunda Mulia menampakkan dirinya di gunung Kun-Lun, 12 naga menjelma sebagai alas duduk Teratai Emas Bunda Mulia. Pada bagian atas Teratai emas Bunda Mulia tampak sinar putih bagaikan cahaya matahari dan sinar emas bagaikan cahaya rembulan. Cahaya ini merupakan sinar dari tubuh dan janggut naga yang menjelma sebagai Teratai Emas. 

Masih banyak lagi kisah naga yang mengabdikan dirinya pada Bunda Mulia, Bodhisatva, pewaris ajaran dan murid Bunda Mulia. Hasil meditasi dan karma baik dari kaum naga, menjadikan kaum naga memiliki berkah dan energi rejeki yang luar biasa banyaknya. Hal ini membuat kaum naga banyak di hormati dan di berikan persembahan oleh manusia. Semua ini bertujuan, agar kiranya sang naga sudi melimpahkan berkah keberuntungan yang dimilikinya.

Kaum naga juga dapat mengerti bahasa burung dan binatang lainnya. Dimana ada suatu cerita legenda yang menjelaskan bilamana seseorang memakan hati naga, dia dapat mengerti bahasa binatang. Kepercayaan ini tidak hanya dipercayai oleh masyarakat China terdahulu, tetapi juga di indonesia. Cerita tentang hati naga yang menjadikan seseorang mengerti bahasa binatang juga dipercayai oleh penganut kepercayaan jawa kuno di Indonesia. 

Kisah ini mungkin telah menjadi legenda di tanah jawa, kisah hati naga dapat dilihat pada cerita Aji Saka. Aji Saka merupakan orang pertama yang menginjak tanah jawa dan sebagai nenek moyang manusia di tanah jawa.

The Historic Villages of Shirakawa-go and Gokayama




The remote mountain villages of gassho-style houses in Shirakawa-go and Gokayama on the Hida Highlands were registered as cultural heritage sites in 1995. The scenery of the mountain villages blending in with the nature of each season - fresh green leaves in spring, tinted leaves in autumn, winter snow - and the atmosphere of the villages with traditional houses standing side by side looks just like a fairy tale.
Houses built in the "gassho style" are defined as having a roof in the shape of a triangle, similar to hands folded in prayer. In the multilayer structure, the 3rd and 4th floors are particularly characteristic as they demonstrate the wisdom of the farmers who are able to raise silkworms even in the harsh winters. The area for the silkworms is up in the attic where the heat from the first floor, filled with people and activity, rises up. The roof has an impressive slope of 60° to allow the heavy snow (sometimes as much as 4 meters) to slide off more easily.

The observatory at the site of Ogimachi Castle is a popular spot from which to view "Shirakawa-go Ogimachi village" where 59 houses are clustered. This upland vantage point is perfect for a panoramic view of the Gassho-style village in the verdure of spring, the tinted leaves of autumn or the snows of winter. "Wada House" and "Nagase House" in Ogimachi village are open to the public, offering an opportunity to learn about how people lived long ago. Many tourists visit here specifically to see the water-discharge exercise performed on the last Sunday in October every year.

In Gokayama, we recommend a visit to "Ainokura Village" where 24 houses stand against a background of mountains, and "Suganuma village" with 9 houses including 2 that were built during the Edo era. Well worth a visit are the following houses, designated as important cultural assets of Japan: "Murakami House" where the head of the family relates the history of Gokayama to visitors as they sit around the open hearth, "Haba House" that retains the most well-preserved gassho structure with very little renovation, "Iwase house", which is the largest gassho-style house in Gokayama with 5 floors and an interior constructed of zelkova wood.

Shirakawa Village Ohno-gun Gifu prefecture, Kamitaira Village / Taira Village Nanto City Toyama prefecture

Rabu, 20 Juni 2012

Jenglot: Manusia Kecil yang Sesunguhnya?


Sekitar tahun 1980-an seorang pria ditangkap petugas Polda Metro Jaya Jakarta, pasalnya ia dituduh menjual "mayat aneh " untuk umum. Mayat tersebut kemudian disita dan dibawa ke RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) Jakarta. Para dokter kebingungan, makhluk berukuran kecil tersebut diduga seorang mayat manusia yang disinyalir pernah hidup di dunia.

Sejak saat itu, perbincangan adanya temuan mayat aneh tersebut menjadi tanda tanya besar hingga saat ini, tanpa menemukan jawaban yang pasti. Belakangan makhluk aneh semacam itu populer dengan nama jenglot, dan kini menjadi barang tontonan yang dipamerkan di sejumlah tempat perbelanjaan di kota-kota besar di Tanah Air. Setiap kali jenglot dipamerkan, banyak penonton yang penasaran ingin melihatnya secara langsung. Entah sudah berapa kali makhluk misterius tersebut manggung, dipertontonkan di muka publik.
Adalah Hendra Hartanto, pengusaha restoran dari Surabaya yang mempopulerkan nama jenglot peliharaannya. Ia menemukan jenglot tersebut sekitar tahun 1972, saat ia "semedi" di pantai Ngliyep, Malang, Jawa Timur. Saat bertapa pertama kali sosok "seseorang" memberinya 2 makhluk, yang disebutnya Bethara Kapiwira dan Bethara Katon. Sejak 1997, ia mulai memamerkan jenglot di Ibukota Jakarta, sampai sekarang masih berlangsung.
Kemungkinan Makhluk Hidup
Jenglot memang seperti manusia, hanya saja berperawakan kecil dengan panjang tubuh sekitar 10,65 cm, memiliki bagian serupa kepala, badan, tangan, dan kaki serta mempunyai kuku dan rambut panjang terurai sepanjang 30 cm melampaui panjang kaki, ada yang lebat dan ada yang jarang. Ukurannya masing-masing tampak proporsional. Ukuran kuku jari dan taring panjang meruncing. Taring mencuat cukup panjang hampir sepanjang ukuran kepalanya.
Menurut pemiliknya, Jenglot bukanlah benda mati tetapi dapat "hidup" (makhluk hidup). Hendra Hartanto, sang pemilik, mengaku Jenglot yang dipeliharanya memerlukan makan berupa darah manusia yang dicampur minyak japaron. Setiap 35 hari setiap Jumat Legi diberi satu tetes darah dicampur minyak japaron. Dengan cara botol yang berisi darah dalam tabung kemudian diletakkan secara terpisah di dekat jenglot. Dalam jangka waktu sekitar 18 jam, kira-kira 3 cc darah dan minyak wangi akan berkurang sekitar 50-60%.
Tanda-tanda kehidupan jenglot juga bisa dilihat dari rambut di kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya yang ternyata tumbuh bertambah semakin panjang bahkan lebih panjang dari ukuran tubuhnya. Kuku jari ternyata dapat memanjang seperti layaknya kuku manusia ataupun binatang. Pada saat tertentu posisi kaki, tangan dan mata dapat berubah, seakan menunjukkan adanya pergerakan, sebagaimana makhluk hidup pada umumnya.
Diteliti Dokter Forensik
Enam tahun yang lalu, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, pernah kedatangan "pasien" jenglot. Hendro Hartanto ingin membuktikan bahwa secara medis jenglot miliknya memang merupakan penjelmaan manusia yang pernah hidup. "Waktu itu tim medis di sini kaget, ada seorang pasien yang didaftarkan atas nama jenglot, dikira itu nama orang. Karena bingung mau ditangani di bagian mana maka "pasien" tersebut dibawa ke belakang sini (bagian forensik)," ujar dr. Djaja Surya Atmaja Sp.F., Ph.D., S.H., D.F.M., seorang dokter bagian forensik FKUI pada Era Baru. Di bagian forensik inilah jenglot diteliti lebih lanjut.
Untuk membuktikan sisi "kemanusiaan" jenglot tersebut maka tim dokter forensik FKUI RSCM melakukan deteksi dengan alat rontgen untuk mengetahui struktur tulang serta pemeriksaan bahan dasar kehidupan seperti C, H, O atau proteinnya. "Semua data awal saya catat dengan teliti dan selengkap-lengkapnya. Ini saya lakukan agar penelitian ini benar-benar dapat dilakukan secermat-cermatnya, ini kan menyangkut pertanggungjawaban pada ilmu pengetahuan," kata dr. Djaja. Ia menjelaskan bahwa rontgen merupakan sebuah alat yang sangat peka dan sensitif untuk dapat mengetahui dan melihat sisi bagian dalam tubuh. Maka dilakukan foto rontgen untuk mengetahui struktur di dalam tubuh jenglot secara jelas. Dari foto tersebut ternyata belum terlihat struktur dalam tubuh jenglot, yang terlihat kosong (hanya semacam daging tanpa tulang) dan hanya terlihat sebatang "tonggak" menyerupai tulang yang menyangga dari kepala sampai tubuh.
Para dokter belum puas dengan hasil tersebut. Diduga dengan foto rontgen yang telah dilakukan ada kemungkinan kemampuan sinar rontgen kurang akurat. Oleh karena itu untuk mengetahui lebih pasti maka dilakukan foto Mamo. "Foto Mamo ini mempunyai tingkat kepekaan dan sensitifitas lebih baik, lebih akurat, lebih peka dan lebih sensitif daripada foto rontgen," jelas dr. Djaja. Hasil foto ternyata tidak berbeda dengan hasil yang terlihat pada foto rontgen. Organ dalam tubuh jenglot tetap tidak tampak. Dengan kata lain struktur dalam tubuh jenglot tetap tidak terlihat.
Tim forensik semakin penasaran, tidak puas dengan hasil tes-tes awal, maka tim forensik sepakat untuk meneliti jenglot dengan CT Scan. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa penelitian secara medis harus dilakukan secermat mungkin. Hasil yang diperoleh ternyata dalam tubuh jenglot tidak menampakkan struktur tubuh seperti yang seharusnya ada pada manusia. Hal ini memunculkan tiga dugaan bahwa makhluk aneh itu kemungkinan manusia yang memiliki struktur fisik yang telah berubah. Kemungkinan kedua, sel kulit tersebut telah terkontaminasi dari luar. Sedangkan kemungkinan ketiga, bisa jadi makhluk kecil tersebut adalah makhluk jenis lain yang belum atau tidak dikenal dalam dunia medis hingga saat ini.
Tes DNA yang Mencengangkan
Belakangan, dr. Djaja Surya Atmaja, tergerak untuk meneliti unsur DNA (deoxyribose nucleic acid), sebuah unsur yang merupakan material genetik berupa basa protein yang membangun struktur kromosom. "Saya didorong beberapa teman untuk meneliti lebih lanjut," katanya. Unsur ini merupakan gabungan suatu gula, fosfat dan basa. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa DNA merupakan pembangun dari awal suatu kehidupan sesuatu makhluk hidup. Tanpa DNA "sesuatu" makhluk tak akan mampu hidup.
Tes tersebut dilakukan dengan media rambut dan kulit yang diambil dari sisi tubuh jenglot. Sampel sel kulit tersebut kemudian dianalisis dengan metode analisis PCR (Polymerase Chain Reaction). Dengan metode ini DNA dimultiplikasi (diperbanyak). Untuk memperbanyak DNA harus menggunakan bahan pemicu agar DNA dapat keluar dari inti sel sehingga dapat diketahui jenis DNA-nya. "Dalam hal ini, saya menggunakan pemicu DNA manusia, yakni jenis DNA HLA-DQ Alfa dan DNA Polymarker," kata dr. Djaja. Jika DNA dari sel yang diteliti tersebut mengandung DNA manusia maka akan keluar pita DNA jenis manusia dan jika DNA tersebut DNA jenis hewan maka tidak akan keluar pita DNA manusia. "Saya kaget ternyata hasilnya positif, sampel sel kulit jenglot tersebut mengandung DNA dengan karakteristik manusia. Artinya spesimen sel jenglot tersebut berjenis sel manusia," katanya seakan tak mempercayai hasil temuannya.
Begitu juga dari penelitian struktur rambutnya. Struktur rambut manusia terdiri dari akar yang diselimuti gelembung sebagai medan tumbuh rambut, kulit rambut, dan di dalam kulit rambut terdapat sumsum rambut. Ada anggapan bahwa rambut jenglot ini ditanam dengan sengaja. "Sangat mustahil kalau rambutnya ditanam, kecuali terlalu lebat, juga rasanya sulit menanam rambut pada media tubuh jenglot yang kecil," kata dr. Djaja. Dari pemeriksaan struktur rambut jenglot, menurutnya bahwa rambut jenglot mempunyai struktur rambut asli walaupun strukturnya tidak sama persis dengan struktur rambut manusia. Jadi mirip rambut manusia. Struktur rambut jenglot mempunyai kelengkapan, yakni akar, diameter rambut agak besar, serta sumsum kecil mirip manusia. Akar tertanam di dalam gelembung dalam kulit persis sama dengan gelembung rambut manusia. Dalam rambut terdapat sumsum berukuran kecil seperti halnya dalam sumsum rambut manusia. Berbeda dengan sumsum rambut pada binatang yang mempunyai sumsum yang besar. Ada anggapan bahwa rambut jenglot ini ditanam dengan sengaja.
Di luar tes DNA, dr. Djaja juga sempat membuktikan pergerakan jenglot yang sekilas tampak hanya seperti sebuah mumi tanpa gerak. Bukti gerak jenglot dilakukan dr. Djaja dengan mengambil gambar atau foto. Bola mata jenglot digerakkan dengan tangan dan ternyata sulit bergerak, seakan-akan telah terpatri secara permanen. Mustahil digerakkan tangan tanpa merusaknya. Oleh karena itu dr. Djaja melakukan pengambilan gambar. Pengambilan gambar dilakukan dengan dua kali pemotretan, dalam kurun waktu yang berbeda. Gambar pertama menunjukkan bahwa kedua bola mata jenglot, titik hitamnya tepat berada di tengah-tengah. Gambar kedua yang dilakukan beberapa waktu kemudian, ternyata menampakkan hasil bahwa titik hitam pada bola mata jenglot telah berubah letaknya. Satu bola mata berada di atas sedangkan satu bola mata lagi telah turun ke bawah. Inikah satu bukti kehidupan yang ditunjukkan oleh jenglot?
Hasil tes DNA dan pembuktian gerak jenglot yang dilakukan dr. Djaja barangkali belum secara lengkap membuktikan "tanda kehidupan" pada diri jenglot. Sebab upaya dr. Djaja untuk mengetes DNA jenglot dengan sampel organ bagian dalamnya tidak disetujui pemiliknya. Alasannya takut merusak tubuhnya yang mungil itu, di samping takut "kualat". Djaja sendiri mengaku sebenarnya tertarik untuk melakukan penelitian lebih dalam terhadap jenglot, namun selama ini terbentur pada masalah dana yang besar. "Kalau ada sponsor mungkin saya berani meneliti jenglot lebih dalam lagi," ujarnya. (Rachmat P.)

Jejak Manusia Kerdil di Meru Betiri


belum lama ini ditemukan jejak manusia kerdil di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Jember, Jawa Timur. Manusia kerdil ini ukurannya jauh lebih besar dibandingkan manusia kecil di Cile, dan kelihatannya lebih tepat disebut manusia cebol.
Anang Ritarno, aktivis Kelompok Indonesia Hijau Jawa Timur, mengaku telah menemukan jejak manusia kerdil itu. "Saya menemukan jejak manusia kerdil itu secara tidak sengaja," katanya beberapa bulan lalu. Jejak manusia liliput yang ditemukan di sekitar muara sungai Nanggelan, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Jember, seukuran korek gas. Setelah diukur, panjang telapak kaki itu dari ujung jempol hingga tumitnya hanya 9,2 cm, lebarnya 2 cm, dan panjang jempolnya 1 cm.
Penemu jejak kaki manusia cebol ini mengaku sebelumnya pernah dua kali menyaksikan manusia seperti itu, yaitu pada 1984 dan 1999. "Saat itu saya sedang mengikuti acara training mahasiswa pencinta alam di muara sungai sekitar pantai Sukamade dan pantai Nanggelan," ujar pemandu mahasisiwa pecinta alam itu. Tanpa sengaja, dirinya melihat 8 orang kerdil tengah bercengkerama di tepian sungai sambil menikmati udang hasil tangkapan mereka. Dalam jarak sekitar 15 meter, Anang melihat manusia mini itu berambut gimbal sebahu, kulit hitam, tinggi badan sekitar 60-70 cm, tanpa busana, dan berjalan tegak layaknya manusia. "Begitu melihat kehadiran saya, mereka langsung melarikan diri masuk hutan," ungkapnya.
Hal yang sama juga pernah dialami oleh seorang anggota DPRD Jember, Herry Budi Ermawan. Anggota dewan yang punya hobi memancing itu mengaku dua kali menemukan jejak manusia cebol itu, September 2002, di kawasan pantai Bandealit. "Ukurannya kira-kira seperti Ucok Baba di TV itu," katanya. Saat hendak memancing di muara, Herry melihat lima manusia kerdil juga sedang menangkap ikan dengan alat kecil mirip tombak. Namun beberapa saat kemudian, mereka melarikan diri begitu melihat kehadiran Herry. Seminggu kemudian, Herry kembali ke tempat itu dengan membawa kamera. Ia pun berhasil menjepret rombongan manusia mini itu dari jarak sekitar 10 meter. "Tetapi anehnya, setelah saya cuci cetak lima lembar film tidak ada gambar mereka, hanya latarnya saja."
Cerita mengenai keberadaan manusia cebol itu memang sudah lama diketahui masyarakat sekitar taman nasional itu. Masyarakat sekitar kawasan taman nasional menyebut manusia mini itu dengan sebutan wong wil atau siwil yang berarti orang kecil. "Saat ini sudah tercatat 45 orang warga sekitar taman nasional yang menyaksikan keberadaan mereka," kata Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri Jember, Siswoyo. Menurutnya, kabar adanya manusia mini itu telah sering didengar petugas taman nasional sejak setahun lalu, namun baru kali ini ada penemuan jejak mereka dan berhasil diabadikan dengan kamera.
Siswoyo menambahkan, ada 37 kasus yang pernah ditemui masyarakat tentang keberadaan manusia kerdil itu. Mereka diketahui mengganggu sejumlah nelayan atau pencari ikan di sekitar muara dengan cara mengambil ikan hasil tangkapan masyarakat sekitar hutan tersebut. "Jejaknya ada dan difoto oleh seorang fotografer pencinta alam pada tanggal 13 Februari 2003," katanya. Tinggi manusia kerdil itu diperkirakan 80 cm, panjang tapak kaki dari tumit sampai ibu jari sekitar 9,7 cm dan lebar tapak kaki 3,2 cm.
Menyangkut keberadaan manusia kerdil yang dilaporkan berkeliaran di sekitar muara sungai dan pantai di kawasan TNMB, Ir. Siswoyo mengaku masih belum bisa merekam keberadaan manusia itu. Empat kamera otomatis sengaja dipasang di sekitar tempat warga yang pernah berpapasan dengan siwil, tetapi tak satu pun berhasil mengabadikannya. Saat ini, pihak TNMB sudah memasang 14 perangkat foto trap di sudut-sudut hutan itu, namun keberadaan mereka belum juga terekam.
(Dari berbagai sumber)

PENYAKIT KERDIL HAMPA, KERDIL RUMPUT DAN CARA PENGENDALIANNYA

 
Tanaman padi varietas Cisadane dinyatakan rentan terhadap penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput. Berkenaan dengan hal tersebut perlu diketahui seperti apa penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput serta bagaimana penyebarannya serta cara-cara pengendaliannya.
1. Penyakit Kerdil Hampa
Penyakit ini disebabkan oleh virus kerdil hampa padi yang ditularkan secara persisten oleh wereng cokelat (Nilaparvata lugens Stal.) dan spesies lain dalam genus Nilaparvata (Hibino 1989; Milne and Ling 1982). Virus ini dapat memperbanyak diri di dalam tubuh vektor, tetapi tidak ditularkan melalui telur, air, tanah, biji maupun secara mekanik (Chetanachi et al.,1979; Ling et al.,1978).
Apa Gejalanya, Bagaimana Penyebarannya, dan Epidemiologi
Tanaman padi yang diserang pertumbuhannya kerdil, daun bendera agak pendek, dan warna daun menjadi hijau tua. Daun yang baru tumbuh sering memutar dan tepinya robek, anakan bercabang dan terdapat bengkakan sepanjang tulang daun, keluiarnya malai terhambat dan menyebabkan bulir menjadi hampa (Hibino et al.,1977).Secara alamiah sumber penyakit telah terpelihara di daerah endemis wereng cokelat, hal tersebut disebabkan karena wereng cokelat mempunyai kemampuan terbang yang jauh dan mampu melintas lautan.
2. Penyakit Kerdil Rumput
Sama halnya dengan penyakit kerdil hampa, penyakit ini juga disebabkan oleh virus kerdil rumput padi yang berbentuk benang halus sekali (filamentous thread) melingkar dengan diameter 6-8 mm dan panjang bervariasi antara 950-1.350 mm, menghasilkan protein noncapsid yang berlimpah, mengandung RNA utas tunggal dan utas ganda (Hibino et al.,1985). Partikel virus ini serupa dengan virus penyebab penyakit daun bergaris (rice stripe virus) di Jepang.
Apa Gejalanya, Bagaimana Penyebarannya, dan Epidemiologi
Tanaman padi yang diserang akan menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut: tanaman menjadi kerdil, jumlah anakan sangat banyak, tumbuhnya tegak, daun menjadi pendek, sempit, berwarna hijau pucat atau kekuningan dengan bercak-bercak berwarna cokelat, kadang-kadang muncul gejala belang. Tingkat kerusakan ditentukan oleh varietas padi dan umur tanaman pada saat terinfeksi. Pada umumnya semakin tua umur tanaman pada saat terinfeksi, semakin rendah persentase pertanaman yang rusak bahkan gejala penyakit tidak tampak sampai tanaman dipanen. Gejalanya baru akan tampak pada ratun sehabis panen (Ling, 1972). Penularan virus kerdil rumput terjadi secara persisten oleh wereng cokelat Nilaparvata lugens dan dua spesies Nilaparvata lainnya. Virus ini dapat memperbanyak diri di dalam tubuh vektor, tetapi tidak ditularkan melalu telur. Virus ini juga mempengaruhi umur dan reproduksi vektornya. Bila terjadi ledakan serangan wereng cokelat yang merupakan vektor dari ke dua virus tersebut maka akan timbul endemi penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput. Penyebaran penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput di lapangan tergantung pada beberapa faktor, antara lain serangga vektor, sumber virus, varietas padi dan faktor lingkungan.
Bagaimanakah Cara Pengendalian Ke Dua Penyakit Ini ?
Pengendalian penyakit kerdil rumput maupun kerdil hampa dilakukan dengan pengintegrasian beberapa cara pengendalian dalam satu sistem terutama ditujukan untuk mengendalikan vektor, yaitu dengan cara penanaman varietas tahan, penghilangan suber virus, cara bercocok tanam, pengendalian biologi, penyemprotan pestisida berdasarkan hasil pengamatan.
Penanaman Varietas Tahan
Agar tidak terjadi serangan maka di wilayah endemis wereng cokelat, pada musim hujan harus menggunakan varietas yang tahan sesuai dengan biotipe yang berkembang di satu lokasi. Varietas yang tahan wereng coklat adalah Varietas Unggul Tahan Wereng (VUTW)-1 dan 2. VUTW-1 merupakan varietas yang tahan terhadap wereng cokelat biotipe 1, yaitu PB26, PB28, PB30, PB34, Asahan, Citarum, dan Brantas sedangkan VUTW-2 yang tahan terhadap wereng cokelat biotipe 2 yaitu PB32, PB36, PB38, PB42, Cisadane, Cimandiri dan Ayung. Selain itu PB56 dan Kelara adalah varietas yang tahan wereng cokelat biotipe Sumatera Utara.
Menghilangkan Sumber Infeksi
Untuk mengurangi penyebaran penyakit kerdil rumput maupun kerdil hampa dengan cara mencabut dan membenamkan tanaman yang terinfeksi, sisa-sisa tanaman, dan ratun. Selain itu juga dapat dilakukan dengan cara sanitasi secara selektif terhadap tanaman yang diduga dapat berfungsi sebagai inang virus atau wereng cokelat.
Cara Bercocok Tanam
Pengendalian penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput yang perlu dilakukan dalam bercocok tanam padi adalah dengan melakukan pergiliran tanaman (padi dengan palawija), pengaturan air irigasi, dan pemupukan berimbang. Pergiliran tanaman dengan palawija dapat memutus daur hidup wereng cokelat dan wereng hijau, karena ke dua hama tersebut hanya berkembang dengan baik pada tanaman padi. Tanaman palawija merupakan tempat berlindung musuh alami hama wereng yaitu laba-laba. Pengaturan air irigasi cukup penting karena kondisi pengairan mempengaruhi kelembaban di bawah kanopi. Nimfa wereng cokelat tidak dapat berkembang dengan baik pada kelembaban di bawah kanopi kurang dari 60% (Isichaikul et al.,1994). Pengeringan sawah dapat meningkatkan kematian nimfa wereng cokelat. Pemberian pupuk urea yang berlebihan menyebabkan tanaman sangat baik untuk perkembangan wereng cokelat.
Pengendalian Dengan Cara Biologi
Pengendalian secara biologi dilakukan dengan memanfaatkan musuh-musuh alami wereng cokelat. Jenis predator yang dihandalkan untuk mengendalikan wereng adalah dari jenis laba-laba (Lycosa) dan kepik (Cyrtorhinus Microvelia). Laba-laba sulit dibiakkan secara massal karena sifatnya yang kanibal. Sedangkan predator dari jenis kepik dapat diperbanyak dengan cara yang lebih mudah dibandingkan dengan jenis laba-laba, sehingga dapat dilepas dengan teknik inundasi.
Pestisida
Penggunaan pestisida harus dilakukan secara hati-hati dan bijaksana dengan berdasarkan hasil monitoring populasi. Pengambilan keputusan pengendalian hama wereng cokelat dengan pestisida dapat didasarkan pada ambang kendali yang mempertimbangkan populasi musuh alami, keputusan pengendalian ditetapkan dengan formula Baehaki (Baehaki, 1999).
Insektisida yang manjur mengendalikan hama wereng cokelat dan wereng punggung putih diantaranya adalah fipronil dan imidakloprid. Jenis insektisida buprofezin dapat digunakan untuk pengendalian wereng cokelat populasi generasi 1 atau 2, sedangkan fipronil dan imidakloprid untuk wereng cokelat generasi 1, 2, 3 dan 4. Bahan kimia nabati yang dapat membunuh wereng cokelat adalah dari ekstrak tanaman nimba. Penggunaan pestisida nabati tidak dapat disamakan dengan insektisida an-organik. Penggunaan pestisida nabati dianjurkan mulai dari saat populasi wereng cokelat masih di bawah ambang kendala.

Warna Lidah Deteksi Penyakit



Warna lidah normal adalah pink. Bila lidah berubah warna seperti dibawah ini kemungkinan menderita beberapa penyakit:

1. Lidah Putih

Orang yang lidahnya berwarna putih biasanya tampak pada penderita tipus, orang yang pencernaannya terganggu, gejala influenza, atau kurang darah. Jika lidah putih tipis tipis, itu kekurangan darah.
Jika warna lidah pucat dan lembab seperti lapisan lemak, tanda kedinginan/ gejala influenza. Jika lidah putih tebal, adalah salah satu gejala penyakit kelamin.

2. Lidah Merah

Lidah berwarna dari lidah normal sedikit merah, merah cerah lebih buruk, menunjukkan pasien menderita panas.  Bila warna merah sedikit kekuningan, menunjukkan demam tinggi.  Hanya bagian sisi yang merah atau lidah ditutupi titik titik merah, harus periksa liver pasien.  Warna lidah merah cerah, lidah seperti berlumut atau retak, adalah sindrom panas. Lidah merah yang terasa sangat kering, untuk tanda-tanda dehidrasi. Lidah ungu kemerahan menunjukkan adanya luka dalam atau luka pada perut.

3. Lidah ungu

Lidah ungu menunjukkan pasien menderita demam dan kelainan darah atau peredaran darah yang tidak lancar. Jika seluruh lidah ungu, menunjukkan sangat panas pada organ dalam. Lidah berbintik ungu, harus memeriksa liver (hati) pasien.

4. Lidah kuning

Menandakan panas tubuh yang berlebihan karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol, makanan pedas, mengalami stres emosional dalam jangka panjang, atau akibat merokok. (Erabaru/snd)

Asal-usul kediri dan sungai brantas

Pada Jaman Dahulu, Di Kediri ada sebuah kerajaan besar. Kerajaan Medang namanya. Rajanya bernama Prabu Airlangga. Prabu Airlannga berasal dari Pulau Bali. Ia adalah seorang putra raja di Bali. Ia menjadi Raja Medang setelah menikah dengan Putri Raja Medang.
Saat usia Prabu Airlangga sudah tua, Ia ingin menjadi pertapa. Tahta Kerajaan Medang akan di serahkan pada Putri Permaisurinya yang hanya seorang. Ia putri yang cantik jelita. Namanya Dyah Sangramwijaya.
Dyah Sangramwijaya menolak keinginan Ayahanda nya. Ia tidak punya keinginan menjadi Raja. Yang menjadi keinginan Dyah Sangramwijaya adalah menjadi seorang pertapa. Ia lalu meminta restu ayahanda nya menjadi pertapa di Goa Selomangleng ( Di Kaki Gunung Klotok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri). Ia pun mengubah namanya menjadi Dewi Dewi Kilisuci.


Prabu Airlangga lalu berkeinginan menyerahkan tahta kerajaan pada putranya yang berasal dari selir ( Istri tidak resmi ). Kebetulan sekali, Ia memiliki dua putra dari selir. Kedua Putranya bernama Raden Jayengrana dan Raden Jayanagara. Prabu kebingungan untuk memilih salah satu yang akan di beri tahta Kerajaan Medang.
Prabu Airlangga berusaha mencari jalan keluar yang adil. Ia menyuruh Empu Baradha untuk pergi ke Bali. Empu Baradha disuruh meminta tahta kerajaan milik Ayahanda Prabu Airlangga di Pulau Bali untuk salah satu putranya.
Namun, Tahta kerajaan milik ayahanda Prabu Airlangga di Bali sudah diberikan kepada adik Prabu Airlangga.
" Tahta milik Ayahanda Prabu Airlangga di Pulau Bali sudah diberikan kepada adik Prabu Airlangga yang bernama Anak Wungsu!" Lapor Empu Baradha setibanya dari Pulau Bali.
" Tak apa-apa, Bapak Empu! Terima kasih Bapak Empu sudah melaksanakan apa yang kusuruh. Sekarang bantu aku membagi Kerajaan Ini dengan adil untuk kedua putraku, Raden Jayengrana dan Raden Jayanagara!"
" Baiklah, Baginda Raja! Bagaiman kalau hamba yang membagi kerajaan medang ini menjadi dua bagian yang sama besar?"
" Itu lebih baik Bapak Empu! Tapi, bagaimana caranya Bapak Empu membagi kerajaan ini menjadi dua bagian sama besar?"
" Serahkan semuanya pada hamba,Baginda Raja! Hamba yang akan mengaturnya!"
" Baiklah Bapak Empu! Kuserahkan semua persoalan ini kepada Anda!"

Keesokan harinya, Empu Baradha terbang sambil membawa Kendi ( Teko dari tanah liat ) berisi air. Dari angkasa, ia tupahkan air kendi itu sambil terbang melintas persis di tengah-tengah Kerajaan Medang. Ajaibnya, Tanah yang terkena tumpahan air Kendi langsung berubah menjadi sungai. Sungai itu semakin besar dan airnya deras. Sungai itu sekarang bernama Sungai Berantas.
Kerajaan Medang pun sekarang terbagi menjadi dua bagian. Batasnya adalah ciptaan Empu Baradha. Prabu Airlangga pun menyerahkan dua bagian dari Kerajaan Medang itu kepada Raden Jayengrana dan Raden Jayanagara.
" Bagian Kerajaan Medang sebelah timur sungai aku serahkan pada Putraku Raden Jayengrana! Kerajaan itu aku beri nama Kerajaan Jenggala, Sedangkan bagian barat sungai aku serahkan pada putraku Raden Jayanagara. Kerajaan itu kuberi nama Kerajaan Kadiri ( sekarang Kota Kediri )." titah Prabu Airlangga.
Kini tentramlah hati Prabu Airlangga. Ia dengan tenang pergi dari Kerajaan Medang ( Sebelum terbelah ) untuk menjadi seorang pertapa. Prabu Airlangga menjadi pertapa di Pucangan. Ia mengganti namanya menjadi Maharesi Gentayu. Ketika meninggal dunia, Jenazah Prabu Airlangga dimakamkan di lereng Gunung Penanggungan sebelah timur.
That's the Legend..

Selamat pagi indonesia http://bagianjawatimur.blogspot.com/2011/01/asal-usul-kediri.html#ixzz1yP58zs6s
http://bagianjawatimur.blogspot.com/

Sejarah Bhatara Katong, Sang Pendiri Kota Ponorogo


Bathara Katong, memiliki nama Asli Lembu Kanigoro, adalah salah seorang putra Prabu Brawijaya atau Bhre Kertabhumi dari selirnya yaitu Putri Campa yang beragama Islam. Berdasarkan catatan sejarah keturunan generasi ke-126 beliau yaitu Ki Padmosusastro, disebutkan bahwa Bathara Katong dimasa kecilnya bernama Raden Joko Piturun atau disebut juga Raden Harak Kali. Beliau adalah salah seorang putra Prabu Brawijaya dari garwo pangrambe (selir yang tinggi kedudukannya).
Mulai redupnya kekuasaan Majapahit dan saat kakak tertuanya "Lembu Kenongo" yang berganti nama menjadi Raden Patah mendirikan kesultanan Demak Bintoro, Lembu Kanigoro mengikut jejak kakaknya untuk berguru di bawah bimbingan Wali Songo di Demak.

Pertarungan dengan Ki Ageng Kutu

Prabu Brawijaya pada masa hidupnya berusaha diislamkan oleh Wali Songo, para Wali Islam tersebut membujuk Prabu Brawijaya dengan menawarkan seorang Putri Campa yang beragama Islam untuk menjadi Istrinya. Walaupun kemudian Prabu Brawijaya sendiri gagal untuk diislamkan, tetapi perkawinannya dengan putri Campa mengakibatkan meruncingnya konflik politik di Majapahit. Diperistrinya putri Campa oleh Prabu Brawijaya memunculkan reaksi protes dari elit istana yang lain. Sebagaimana dilakukan oleh seorang punggawanya bernama Pujangga Anom Ketut Suryongalam yang kemudian dikenal sebagai Ki ageng Kutu, Ki Ageng Kutu kemudian menciptakan sebuah seni Barongan, yang kemudian disebut Reog. Dan Reog tidak lain merupakan simbol kritik Ki Ageng Kutu terhadap raja Majapahit (disimbolkan dengan kepala harimau), yang ditundukkan dengan rayuan seorang perempuan/Putri Campa (disimbolkan dengan dadak merak).
Upaya Ki Ageng Kutu untuk memperkuat Basis di Ponorogo (Wengker) dianggap sebagai ancaman oleh kekuasaan Majapahit dan kasultanan Demak. Sunan Kalijaga, bersama muridnya Kiai Muslim (atau Ki Ageng Mirah) mencoba melakukan investigasi terhadap keadaan Ponorogo, dan mencermati kekuatan-kekuatan yang paling berpengaruh di Ponorogo. Dan mereka menemukan Demang Kutu sebagai penguasa paling berpengaruh saat itu. Demi kepentingan ekspansi kekuasaan dan Islamisasi, penguasa Demak mengirimkan seorang putra terbaiknya yakni yang kemudian dikenal luas dengan Bathara Katong dengan salah seorang santrinya bernama Selo Aji dan diikuti oleh 40 orang santri senior yang lain.
Raden Katong akhirnya sampai di wilayah Wengker, lalu kemudian memilih tempat yang memenuhi syarat untuk pemukiman, yaitu di Dusun Plampitan, Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan. Saat Bathara Katong datang memasuki Ponorogo, kebanyakan masyarakat Ponorogo adalah penganut Hindu, Budha, animisme dan dinamisme. Setelah Bathara Katong memasuki Ponorogo terjadilah pertarungan antara Bathara Katong dengan Ki Ageng Kutu. Ditengah kondisi yang sama sama kuat, Bathara Katong kehabisan akal untuk menundukkan Ki Ageng Kutu. Kemudian dengan akal cerdasnya Bathara Katong berusaha mendekati putri Ki Ageng Kutu yang bernama Niken Gandini, dengan di iming-imingi akan dijadikan istri. Niken Gandini dimanfaatkan Bathara Katong untuk mengambil pusaka Koro Welang, sebuah pusaka pamungkas dari Ki Ageng Kutu. Pertempuran berlanjut dan Ki Ageng Kutu menghilang, pada hari Jumat Wage di sebuah pegunungan di daerah Wringinanom Sambit Ponorogo. Tempat menghilangnya Ki Ageng Kutu disebut dengan Gunung Bacin, terletak di daerah Bungkal. Bathara Katong kemudian, mengatakan bahwa Ki Ageng Kutu akan moksa dan terlahir kembali di kemudian hari. Hal ini mungkin dilakukan untuk meredam kemarahan warga atas meninggalnya Ki Ageng Kutu.
Setelah Ki Ageng Kutu menghilang, Bathara Katong mengumpulkan rakyat Ponorogo dan berpidato bahwa dirinya tidak lain adalah Batoro, manusia setengah dewa. Hal ini dilakukan, karena Masyarakat Ponorogo masih mempercayai keberadaan dewa-dewa, dan Batara.

Pendirian Ponorogo

Pada tahun 1486, hutan dibabat atas perintah Bathara Katong. Banyak gangguan dari berbagai pihak, termasuk makhluk halus yang datang. Namun, karena Bantuan warok dan para prajurit Wengker, akhirnya pekerjaan membabat hutan itu lancar.
Setelah hutan selesai dibabat, bangunan-bangunan didirikan sehingga penduduk pun berdatangan. Setelah istana kadipaten didirikan, Batara Katong kemudian memboyong permaisurinya, Niken Sulastri ke istana kadipaten, sedang adiknya, Suromenggolo tetap di tempatnya yakni di Dusun Ngampel. Oleh Katong, daerah yang baru saja dibangun itu diberi nama Prana Raga yang berasal atau diambil dari sebuah Babad legenda "Pramana Raga". Menurut cerita rakyat yang berkembang secara lisan, Pono berarti Wasis, Pinter, Mumpuni dan Raga artinya Jasmani. sehingga kemudian dikenal dengan nama Ponorogo.
Bathara Katong kemudian menjadi Adipati di Ponorogo. Menurut Handbook of Oriental History hari wisuda Bathara Katong sebagai Adipati Kadipaten Ponorogo yaitu pada hari Ahad Pon tanggal 1 Bulan Besar tahun 1418 Saka, bertepatan dengan Tanggal 11 Agustus 1496 atau 1 Dzulhijjah 901 Hijriyah. Selanjutnya tanggal 11 Agustus ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Ponorogo.
Kesenian Reog yang menjadi seni perlawanan masyarakat Ponorogo mulai dihilangkan dari unsur-unsur pemberontakan, dengan menampilkan cerita fiktif tentang Kerajaan Bantar Angin sebagai sejarah reog. Para punggawa dan anak cucu Bathara Katong, inilah yang kemudian mendirikan pesantren-pesantren sebagai pusat pengembangan agama Islam.

Nama Bathara Katong diabadikan sebagai nama stadion dan sebuah jalan utama Ponorogo.

 


 

Menguak Misteri Gunung Lawu


Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utamanya : Harga Dalem, Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Konon kabarnya gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan ada hubungan dekat dengan tradisi dan budaya keraton, semisal upacara labuhan setiap bulan Sura (muharam) yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta. Dari visi folklore, ada kisah mitologi setempat yang menarik dan menyakinkan siapa sebenarnya penguasa gunung Lawu dan mengapa tempat itu begitu berwibawa dan berkesan angker bagi penduduk setempat atau siapa saja yang bermaksud tetirah dan mesanggarah.

Siapapun yang hendak pergi ke puncaknya bekal pengetahuan utama adalah tabu-tabu atau weweler atau peraturan-peraturan yang tertulis yakni larangan-larangan untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan, dan bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas.

Cerita dimulai dari masa akhir kerajaan Majapahit (1400 M). Alkisah, pada era pasang surut kerajaan Majapahit, bertahta sebagai raja adalah Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping 5 (Pamungkas). Dua istrinya yang terkenal ialah Dara Petak putri dari daratan Tiongkok dan Dara Jingga. Dari Dara Petak lahir putra Jinbun Fatah, dari Dara Jingga lahir putra Pangeran Katong.

Jinbun Fatah setelah dewasa menghayati keyakinan yang berbeda dengan ayahandanya yang beragama Budha. Jinbun Fatah seorang muslim. Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Jinbun Fatah mendirikan Kerajaan di Glagah Wangi (Demak). Melihat situasi dan kondisi yang demikian itu , masygullah hati Sang Prabu. Akankah jaman Kerta Majapahit dapat dipertahankan?

Sebagai raja yang bijak, pada suatu malam, dia pun akhirnya bermeditasi memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Dan wisik pun datang, pesannya : sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan yang baru tumbuh serta masuknya agama baru (Islam) memang sudah takdir dan tak bisa terelakkan lagi.

Pada malam itu pulalah Sang Prabu dengan hanya disertai pemomongnya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton dan melanglang praja dan pada akhirnya naik ke Puncak Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang umbul (bayan/ kepala dusun) yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia dua orang umbul itu pun tak tega membiarkan tuannya begitu saja. Niat di hati mereka adalah mukti mati bersama Sang Prabu . Syahdan, Sang Prabu bersama tiga orang abdi itupun sampailan di puncak Harga Dalem.

Saat itu Sang Prabu bertitah : Wahai para abdiku yang setia sudah saatnya aku harus surut, aku harus muksa dan meninggalkan dunia ramai ini. Kepada kamu Dipa Menggala, karena kesetiaanmu kuangkat kau menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib (peri, jin dan sebangsanya) dengan wilayah ke barat hingga wilayah Merapi/Merbabu, ke Timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan kepada Wangsa Menggala, kau kuangkat sebagai patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.

Suasana pun hening dan melihat drama semacam itu, tak kuasa menahan gejolak di hatinya, Sabdopalon pun memberanikan diri berkata kepada Sang Prabu: Bagaimana mungkin ini terjadi Sang Prabu? Bila demikian adanya hamba pun juga pamit berpisah dengan Sang Prabu, hamba akan naik ke Harga Dumiling dan meninggalkan Sang Prabu di sini. Dan dua orang tuan dan abdi itupun berpisah dalam suasana yang mengharukan.

Singkat cerita Sang Prabu Barawijaya pun muksa di Harga Dalem, dan Sabdopalon moksa di Harga Dumiling. Tinggalah Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat selain tiga puncak tersebut yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani. Bagaimana situasi Majapahit sepeninggak Sang Prabu? Konon sebagai yang menjalankan tugas kerajan adalah Pangeran Katong. Figur ini dimitoskan sebagai orang yang sakti dan konon juga muksa di Ponorogo yang juga masih wilayah gunung Lawu lereng Tenggara.

Manfaat Bunga Mawar Untuk Kesehatan


 
Bunga ini sering digunakan untuk mengungkapkan rasa cinta. Selain itu banyak sekali hotel dan tempat hiburan malam menjadikan bunga ini rangkaian ataupun penghias di sudut ruangan atau di meja penerima tamu. Baik warna dan aroma bunga ini sangat menggairahkan. Ya, mawar memang bisa meningkatkan gairah seksual. Selain warna dan bunga yang menarik, bunga ini berkhasiat sebagai obat.

Mawar termasuk tanaman perdu yang memiliki batang bulat dan berduri. Mengandung 300 konstituen, namun baru sekitar 100 konstituen yang terdeteksi manfaatnya. Konstituen tersebut antara lain vitamin C, B, E, K, tannin,geraniol, nerol, sitronelol, asam geranik, terpene, flavonoid, pectin, polifenol, karotenoid, vanillin, stearopten, farnesol, phenyletanol, eugenol, nonilaldehida, dan feniletilalkohol.

Mawar merah memiliki sifat kimia hangat dan berasa manis, berkhasiat anti radang, anti kejang, aprodisiak, penyegar, penambah sekresi empedu, tonikum, pengatur haid, ekspektoran, penghilang bengkak, dan juga pembersih racun dari system tubuh.
Selain itu bunga mawar juga bisa dimanfaatkan untuk perawatan kecantikan, terutama untuk pembersih dan penyegar kulit, pembersih bercak bekas jerawat, bisul, pencegah keriput, ataupun abses.

Dalam penggunaan untuk pengobatan dan kecantikan mawar bisa direbus atau diseduh (kuntum bunga). Pada dasarnya semua bagian dalam bunga mawar ( bunga, akar, dan daun) bisa digunakan. Biasanya daun digunakan selagi masih segar, sedangkan bunga dan akar bisa dikeringkan terlebih dahulu.

Jenis mawar yang sering digunakan adalah mawar Bulgarian (rosa damascene), maroccan atau jenis French (rosa centifolia). Namun mawar tipe local juga bisa dimanfaatkan (jenis rosa chinensis jacg.,rosa sinica L, dan rosa indica auctt.Non L.)

The Amityville Horror, Film Horor Terseram Yang Diambil dari Kisah Nyata

the amityville horror 300x225 The Amityville Horror, Film Horor Terseram Yang Diambil dari Kisah Nyata
The Amityville Horror merupakan film horror terseram yang diambil dari kisah nyata.  Kisah dari film tersebut berawal dari pemuda yang memakai narkoba bernama Ronald deFeo Jr atau yang biasa dipanggil Buth.
Dengan amat sadis ia membantai seluruh keluarganya di suatu malam tanggal 14 November 1974.  Ia menembaki mereka dengan senjata api disaat seluruh anggota keluarganya tertidur pulas.  Pertama ia menembaki ayah dan ibunya yang sedang tertidur di kamar mereka.  Tak hanya itu ia juga membunuh adiknya di kamarnya dengan menembaknya juga.  Sesuai dengan keterangan polisi, pemuda ini membunuh seluruh anggota keluarganya untuk mendapatkan uang namun menurut isu-isu yang beredar ia melakukan pembunuhan dikarenakan mendengar bisikan gaib dari arwah yang mendiami rumah tersebut.
Beberapa tahun kejadian setelah peristiwa naas tersebut, rumah yang menjadi peristiwa pembantaian satu keluarga tersebut ditinggali oleh keluarga Lutz.  Menurut sumber, keluarga tersebut menemukan sebuah ruangan rahasia yang diyakini menyimpan misteri pembantaian keluarga DeFeo.  Tak lama setelah kejadian tersebut, keluarga Lutz meninggalkan rumah tersebut tanpa alasan yang jelas.  Tak hanya di luar negeri, di Indonesia sendiri banyak film horror yang memang diambil dari kisah nyata atau urban legend yang beredar lama di masyarakat.
Seperti kita ketahui kisah si manis jembatan ancol yang amat populer sehingga dijadikan film, kemudian kisah mengenai hantu jeruk purut, terowongan casablanca dan masih banyak film bergenre horror lainnya yang memang terinspirasi dari kisah seram yang beredar di masyarakat.  Percaya atau tidak memang seringkali ada kisah-kisah di luar logika manusia, kita bisa mengambil hikmahnya saja.

Es Krim Baru Terbuat dari Air Susu Ibu

 baby gaga es krim air susu ibu

Dalam pertumbuhan bayi, air susu ibu (ASI) sangatlah penting. Selain memberikan kedekatan antara bayi dan ibu, tentunya ASI yang berkualitas akan sangat membantu perkembangan otak dan fisik
Sebuah perusahan es krim The Icecreamists, di Covent Garden, London, baru-baru ini mengeluarkan produk baru: 'breast milk ice cream' atau es krim air susu ibu (dailymail.co.uk). Produk es krim yang diberi nama 'Baby Gaga' ini sedang dalam pengawasan badan kesehatan setempat yang akan melakukan tes kesehatan terhadap produk baru ini. Meskipun ASI sangat baik untuk bayi, tapi belum tentu aman untuk dikonsumsi orang dewasa karena ASI bisa tertular virus,"ASI yang terkumpul sudah diperiksa sesuai dengan persyaratan donor darah," kata juru bicara The Icecreamists mengomentari produk yang dijual dengan harga £ 14 per mangkok ini. "Susu yang terkumpul melalui proses pasteurisasi dan dicampur dengan buah vanili dan lemon. Semua produk telah memenuhi standard keamanan dan kesehatan makanan."

"Sejauh ini belum ada hukum yang melarang bisnis dari penjualan es krim ASI," kata Matt O'Connor, pendiri The Icecreamists.
 
Seorang pelayan berkostum 'Bayi Gaga' melayani es krim dalam gelas martini diisi dengan campuran es krim ASI. Nitrogen cair kemudian dituangkan ke dalam gelas melalui jarum suntik dan dilayani dengan sebuah roti panggang. Penyajiannya bisa dengan menambahkan wiski atau koktail lain sesuai permintaan.

Seorang juru bicara Dewan Kota Westminster mengatakan bahwa meskipun perusahan ini telah melakukan proses pembuatan sesuai dengan standarisasi, tapi tetap harus menunggu hasil tes kesehatan selanjutnya.

Di pihak lain, Icecreamists mengatakan bahwa es krim 'Baby Gaga' langsung habis ketika pertama kali ditawarkan kepada umum, dan daftar wanita penyumbang ASI semakin banyak.

 

Patung Bayi Kembar Cleopatra Ditemukan


 
The Gallery Collection/Corbis
Seorang ahli budaya dan artefak Mesir berkebangsaan Italia, Giuseppina Capriotti, menemukan patung bayi kembar Cleopatra VII. Patung bayi laki-laki dan perempuan ini ditemukan di museum di dekat Kuil Dendera, di barat Sungai Nil, Mesir. Dilansir dari International Business Times, Selasa (24/4), museum ini sendiri sudah ditemukan sejak tahun 1918.
Kedua anak kembar Cleopatra, Alexander Helios (Matahari) dan Cleopatra Selene (Bulan), merupakan hasil hubungannya dengan Mark Anthony. Diyakini, ini bukanlah anak pertama Cleopatra karena sebelumnya ia sudah memiliki dua anak.
Menurut penjabaran Capriotti, patung bayi kembar ini bisa dikenalinya berdasarkan analisa lambang yang dipublikasikan Polish Centre of Mediterranean Archaeology di University of Warsaw, Polandia. Patung itu sepanjang 33 kaki (sekitar 10,05 meter) dan menunjukan dua anak telanjang, laki-laki dan perempuan.
Si anak lelaki memiliki piringan berbentuk Matahari di kepalanya. Sedangkan si anak perempuan memiliki piringan berbentuk Bulan dan bulan sabit. Kedua piringan ini diukir bersama dengan Mata Horus --simbol umum digunakan dalam karya seni Mesir.
"(Ukiran) itu menunjukan dua anak telanjang, satu lelaki dan satu perempuan, dengan ukuran identik, berdiri di antara dua lilitan ular. Setiap sosok (anak) saling merangkul sedangkan satu tangan lain memegang ular," ujar Capriotti yang berasal dari Italy's National Research Council.
Sayangnya, kata Capriotti, wajah kedua anak ini tidak terlihat dengan jelas. Tapi bisa terlihat jika si bayi lelaki memiliki rambut keriting dan kepang di sisi kanan kepalanya. Sedangkan saudara kembarnya memiliki gaya rambut yang disebut gaya potongan rambut melon. Gaya ini lazim ditemui dalam dinasti Ptolemaic, terutama di bawah kekuasaan sang Ibu, Cleopatra.
Cleopatra dianggap sebagai perempuan tercantik di masanya. Ia juga disebut sebagai penguasa terakhir Mesir. Namun, kematiannya masih menjadi misteri hingga saat ini.
Beberapa teori menyebut jika perempuan ini tewas bunuh diri bersama Mark Anthony dengan gigitan ular. Tapi sebuah studi dari ahli sejarah berkebangsaan Jerman di tahun 2010, Christoph Schafer, mengatakan, jika Cleopatra meninggal setelah menenggak obat koktail.

Sabtu, 02 Juni 2012

Penciptaan Alam Semesta

 











 Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an pada ayat berikut:
"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)
Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.
Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.
Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.

PENGETAHUAN AL QUR'AN

Semua yang telah kita pelajari sejauh ini memperlihatkan kita akan satu kenyataan pasti: Al Qur'an adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayatnya. Mustahil informasi ini dapat diketahui dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Ini merupakan bukti nyata bahwa Al Qur'an bukanlah perkataan manusia.
Al Qur'an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu dari ketiadaan. Dialah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur'an "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Al Qur'an, 4:82) Tidak hanya kitab ini bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap penggal informasi yang dikandung Al Qur'an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini hari demi hari.
Apa yang menjadi kewajiban manusia adalah untuk berpegang teguh pada kitab suci yang Allah turunkan ini, dan menerimanya sebagai satu-satunya petunjuk hidup. Dalam salah satu ayat, Allah menyeru kita:
"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (Al Qur'an, 6:155)
Dalam beberapa ayat-Nya yang lain, Allah menegaskan:
"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." (Al Qur'an, 18:29)
"Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya." (Al Qur'an, 80:11-12)

Informasi Mengenai Peristiwa Masa Depan dalam Al Qur'an

Sisi keajaiban lain dari Al Qur'an adalah ia memberitakan terlebih dahulu sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang saat itu dikuasai kaum penyembah berhala:
"Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rosul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui, dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat." (Al Qur'an, 48:27)
Ketika kita lihat lebih dekat lagi, ayat tersebut terlihat mengumumkan adanya kemenangan lain yang akan terjadi sebelum kemenangan Mekah. Sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan dalam ayat tersebut, kaum mukmin terlebih dahulu menaklukkan Benteng Khaibar, yang berada di bawah kendali Yahudi, dan kemudian memasuki Mekah.
Pemberitaan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan hanyalah salah satu di antara sekian hikmah yang terkandung dalam Al Qur'an. Ini juga merupakan bukti akan kenyataan bahwa Al Qur'an adalah kalam Allah, Yang pengetahuan-Nya tak terbatas. Kekalahan Bizantium merupakan salah satu berita tentang peristiwa masa depan, yang juga disertai informasi lain yang tak mungkin dapat diketahui oleh masyarakat di zaman itu. Yang paling menarik tentang peristiwa bersejarah ini, yang akan diulas lebih dalam dalam halaman-halaman berikutnya, adalah bahwa pasukan Romawi dikalahkan di wilayah terendah di muka bumi. Ini menarik sebab "titik terendah" disebut secara khusus dalam ayat yang memuat kisah ini. Dengan teknologi yang ada pada masa itu, sungguh mustahil untuk dapat melakukan pengukuran serta penentuan titik terendah pada permukaan bumi. Ini adalah berita dari Allah yang diturunkan untuk umat manusia, Dialah Yang Maha Mengetahui.

Kemenangan Bizantium

Penggalan berita lain yang disampaikan Al Qur'an tentang peristiwa masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi. Dalam ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.
"Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang)." (Al Qur'an, 30:1-4)
Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)
Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur'an takkan pernah menjadi kenyataan.
Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)
Akhirnya, "kemenangan bangsa Romawi" yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur'an, secara ajaib menjadi kenyataan.
Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.
Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan "Adnal Ardli" dalam bahasa Arab, diartikan sebagai "tempat yang dekat" dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata "Adna" dalam bahasa Arab diambil dari kata "Dani", yang berarti "rendah" dan "Ardl" yang berarti "bumi". Karena itu, ungkapan "Adnal Ardli" berarti "tempat paling rendah di bumi".
Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. "Laut Mati", terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.
Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.
Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur'an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur'an adalah wahyu Ilahi.

Albert Pike, Tentang Perang Dunia Ke 3

 
Perang Dunia Pertama: agar Illuminati dapat menggulingkan kekuasaan Tzar di Rusia dan merubah negara tersebut menjadi kubu Komunisme-Atheistik. Perselisihan-perselisihan antara Kekaisaran Inggris dan Jerman yang digerakkan oleh para Agentur Illuminati dihidupkan untuk menimbulkan perang ini. Setelah perang selesai, Komunisme dibangun dan digunakan untuk menghancurkan pemerintahan-pemerintahan lainnya serta untuk memperlemah agama-agama.

Perang Dunia Kedua: dihasut dengan memanfaatkan perselisihan-perselisihan yang terjadi antara Politik Fasis dengan Zionis. Dengan peperangan ini maka ia akan menghancurkan Naziisme dan kekuatan Politik Zionis akan meningkat dan semakin kuat, dengan demikian negara Israel yang berdaulat dapat didirikan di Palestin. Selama berlangsungnya perang dunia kedua, kekuatan Komunisme Internasional dibangunkan sampai kekuatannya sebanding dengan kekuatan umat Kristian. Pada tahap ini ia ditahan serta diawasi sehingga diperlukan dalam pergolakan akhir masyarakat.

Perang Dunia Ketiga: dihasut dengan memanfaatkan perselisihan-perselisihan antara Politik Zionis dengan Para Pemimpin Dunia Islam yang digerakkan oleh para agentur Illuminati. Peperangan diarahkan sedemikian rupa dengan mengadu-domba Islam dengan Politik Zionis (termasuk Negara Israel) yang akan saling menghancurkan, sementara pada waktu yang bersamaan negara-negara lainnya, dipecah-belah untuk saling bertentangan satu-sama lain dalam masalah ini, mereka akan dipaksa untuk berperang sampai kepada sebuah keadaan keleletihan yang merata baik secara fizikal, mental, spiritual maupun ekonomi.



Albert Pike (December 29, 1809–April 2, 1891)
An attorney, soldier, writer, and Freemason. Pike is the only Confederatemilitary officer or figure to be honored with an outdoor statue in Washington, D.C. (in Judiciary Square).
Very few outsiders know about the intimate plans of the architects of the New World Order. One such architect was Albert Pike, who in the 19th Century, established a framework for bringing about the One World Order. Based on a vision revealed to him, Albert Pike wrote out a blueprint of events that would play themselves out in the 20th century, with even more of these events yet to come. It is this blueprint which we believe unseen leaders are following today to engineer the planned Third and Final World War.
Pike was born on December 29, 1809, in Boston, studied at Harvard, then later served as a Brigadier-General in the Confederate Army. After the Civil War, Pike was found guilty of treason and jailed, only to be pardoned by fellow Freemason President Andrew Johnson on April 22, 1866, who met with him the next day at the White House. On June 20, 1867, Scottish Rite officials conferred upon Johnson the 4th - 32nd degrees, and he later went to Boston to dedicate a Masonic Temple. The only monument to a Confederate general in Washington, D.C. was erected in Pike’s honor, and it can be found between the Department of Labor building and the Municipal Building, between 3rd and 4th Streets, on D Street, NW.
Pike was a genius, able to read and write in 16 different languages. A 33rd degree Mason, he was one of the founding fathers, and head of the Ancient Accepted Scottish Rite of Freemasonry, being the Grand Commander of North American Freemasonry from 1859-1891. In 1869, he was a top leader in the Knights of the Ku Klux Klan. In 1871, he wrote the 861 page Masonic handbook known as the Morals and Dogma of the Ancient and Accepted Rite of Freemasonry.

Pike was said to be a Satanist, who indulged in the occult, and he apparently possessed a bracelet which he used to summon Lucifer, with whom he had constant communication. He was the Grand Master of a Luciferian group known as the Order of the Palladium (or Sovereign Council of Wisdom), which had been founded in Paris in 1737. Palladism had been brought to Greece from Egypt by Pythagoras in the fifth century, and it was this cult of Satan that was introduced to the inner circle of the Masonic lodges. It was aligned with the Palladium of the Templars. In 1801, Issac Long, a Jew, brought a statue of Baphomet (Satan) to Charleston, South Carolina, where he helped to establish the Ancient and Accepted Scottish Rite. Long apparently chose Charleston because it was geographically located on the 33rd parallel of latitude (incidentally, so is Baghdad), and this council is considered to be the Mother Supreme Council of all Masonic Lodges of the World.

Pike was Long’s successor, and he changed the name of the Order to the New and Reformed Palladian Rite (or Reformed Palladium). The Order contained two degrees: 1) Adelph (or Brother), and 2) Companion of Ulysses (or Companion of Penelope). Pike’s right-hand man was Phileas Walder, from Switzerland, who was a former Lutheran minister, a Masonic leader, occultist, and spiritualist. Pike also worked closely with Giusseppe Mazzini of Italy (1805-1872) who was a 33rd degree Mason, who became head of the Illuminati in 1834, and who founded the Mafia in 1860. Together with Mazzini, Lord Henry Palmerston of England (1784-1865, 33rd degree Mason), and Otto von Bismarck from Germany (1815-1898, 33rd degree Mason), Albert Pike intended to use the Palladian Rite to create a Satanic umbrella group that would tie all Masonic groups together.

Because of Mazzini’s revolutionary activities in Europe, the Illuminati had to go underground. In addition to the Supreme Council in Charleston, South Carolina, Pike established Supreme Councils in Rome, Italy (led by Mazzini); London, England (led by Palmerston); and Berlin, Germany (led by Bismarck). He set up 23 subordinate councils in strategic places throughout the world, including five Grand Central Directories in Washington, DC (North America), Montevideo (South America), Naples (Europe), Calcutta (Asia), and Mauritius (Africa), which were used to gather information. All of these branches have been the secret headquarters for the Illuminati’s activities ever since.
Morals and Dogma
One of the major sourcebooks of Masonic doctrine is Morals and Dogma of the Ancient and Accepted Scottish Rite of Masonry, written in 1871 by Albert Pike, and is considered to be the “Mason’s guide for daily living… In it Masonry is a search after Light…”

In Morals and Dogma, Pike wrote: “Every Masonic lodge is a temple of religion; and its teachings are instruction in religion…Masonry, like all religions, all the Mysteries, Hermeticism and Alchemy, conceals its secrets from all except the Adepts and Sages, or the Elect, and uses false explanations and misinterpretations of its symbols to mislead…to conceal the Truth, which it calls Light, from them, and to draw them away from it… The truth must be kept secret, and the masses need a teaching proportioned to their imperfect reason… every man’s conception of God must be proportioned to his mental cultivation, and intellectual powers, and moral excellence. God is, as man conceives him, the reflected image of man himself.”

The next statement reduces the Masonic philosophy to a single premise. Pike writes: “The true name of Satan, the Kabalists say, is that of Yahveh reversed; for Satan is not a black god… Lucifer, the Light Bearer! Strange and mysterious name to give to the Spirit of Darkness! Lucifer, the Son of the Morning! Is it he who bears the Light…Doubt it not!”

Albert Pike explained in Morals & Dogma how the true nature of Freemasonry is kept a secret from Masons of lower degrees:
“The Blue Degrees are but the outer court or portico of the Temple. Part of the symbols are displayed there to the Initiate, but he is intentionally misled by false interpretations. It is not intended that he shall understand them; but it is intended that he shall imagine he understands them. Their true explication is reserved for the Adepts, the Princes of Masonry… It is well enough for the mass of those called Masons, to imagine that all is contained in the Blue Degrees; and whoso attempts to undeceive them will labor in vain.”
One World Order
In 1859, Albert Pike, who was fascinated with the idea of a one-world government, was chosen to coordinate Illuminati activities in the United States. He said they needed to create a political party that would keep the world fighting, until they could bring peace. Pike said it would be done “with tongue and pen, with all our open and secret influences, with the purse, and if need be, with the sword…”

In a letter dated January 22, 1870, Mazzini wrote to Pike, alluding to Pike’s New and Reformed Palladian Rite:

“We must allow all of the federations to continue just as they are, with their systems, their central authorities and diverse modes of correspondence between high grades of the same rite, organized as they are at present, but we must create a super rite, which will remain unknown, to which we will call those Masons of high degree whom we shall select. With regard to our brothers in Masonry, these men must be pledged to the strictest secrecy. Through this supreme rite, we will govern all Freemasonry which will become the one International Center, the more powerful because its direction will be unknown.”
Three World Wars
As do most occultists, Albert Pike had a “spirit guide,” who dispensed “Divine Wisdom” and enlightened him regarding how to achieve the New World Order. A “spirit guide” is a “being” who meets someone who has given themselves over to the practice of the occult; however, people who are practitioners of the New Age Religion do not view this as a bad thing. In fact, they would strongly argue that they are filled with happiness and joy by interacting with their “spirit guides”.

One message that Albert Pike received from his “spirit guide,” and which in reality we know to be a demonic vision, he described in a letter that he wrote to Mazzini, dated August 15, 1871. This letter graphically outlined plans for three world wars that were seen as necessary to bring about the One World Order, and we can marvel at how accurately it has predicted events that have already taken place. This is not because the devil has powers of prophecy, but because his agents have undertaken to manipulate political events to closely follow his designs. For a short time, this letter was on display in the British Museum Library in London, and it was copied by William Guy Carr, former Intelligence Officer in the Royal Canadian Navy.

“The First World War must be brought about in order to permit the Illuminati to overthrow the power of the Czars in Russia and of making that country a fortress of atheistic Communism. The divergences caused by the “agentur” (agents) of the Illuminati between the British and Germanic Empires will be used to foment this war. At the end of the war, Communism will be built and used in order to destroy the other governments and in order to weaken the religions.”

Students of history will recognize that the political alliances of England on one side and Germany on the other, forged between 1871 and 1898 by Otto von Bismarck, co-conspirator of Albert Pike, were instrumental in bringing about the First World War.

“The Second World War must be fomented by taking advantage of the differences between the Fascists and the political Zionists. This war must be brought about so that Nazism is destroyed and that the political Zionism be strong enough to institute a sovereign state of Israel in Palestine. During the Second World War, International Communism must become strong enough in order to balance Christendom, which would be then restrained and held in check until the time when we would need it for the final social cataclysm.”

After this Second World War, Communism was made strong enough to begin taking over weaker governments. In 1945, at the Potsdam Conference between Truman, Churchill, and Stalin, a large portion of Europe was simply handed over to Russia, and on the other side of the world, the aftermath of the war with Japan helped to sweep the tide of Communism into China.

“The Third World War must be fomented by taking advantage of the differences caused by the “agentur” of the “Illuminati” between the political Zionists and the leaders of Islamic World. The war must be conducted in such a way that Islam (the Moslem Arabic World) and political Zionism (the State of Israel) mutually destroy each other. Meanwhile the other nations, once more divided on this issue will be constrained to fight to the point of complete physical, moral, spiritual and economical exhaustion…We shall unleash the Nihilists and the atheists, and we shall provoke a formidable social cataclysm which in all its horror will show clearly to the nations the effect of absolute atheism, origin of savagery and of the most bloody turmoil. Then everywhere, the citizens, obliged to defend themselves against the world minority of revolutionaries, will exterminate those destroyers of civilization, and the multitude, disillusioned with Christianity, whose deistic spirits will from that moment be without compass or direction, anxious for an ideal, but without knowing where to render its adoration, will receive the true light through the universal manifestation of the pure doctrine of Lucifer, brought finally out in the public view. This manifestation will result from the general reactionary movement which will follow the destruction of Christianity and atheism, both conquered and exterminated at the same time.”
 
© Copyright 2035 ardiansyah Blog's
Theme by Yusuf Fikri